Minggu, 20 Mei 2012

Artikel Sastra #5

Sastrawan (milik) Indonesia

Buya Hamka
Taufik Ismail


Putu Wijaya

Pramudya Ananta Toer

Artikel Sastra #4

Sastra Kontemporer


Sastra kontemporer pada awalnya sangat tidak lazim di Indonesia, sastra yang lebih dominan dengan karakter klasik bangsa Indonesia dahulu yang mana seni pada saat itu lebih di dominasi oleh karya-karya pujangga lama yang lebih mengedepankan sisi konvensionalnya.

Kelahiran sastra kotemporer merupakan gebrakan awal yang di usung oleh sosok Sutardji CB Sastra kontemporer lahir karena adanya pergeseran nilai kehidupan dan tatanan dalam masyarakat secara menyeluruh dan tidak dipengaruhi dengan adanya kebiasaan masyarakat di sekitarnya. Merupakan suatu karakter dari sastra kontemporer adalah karya seni yang menunjukan gaya atau pokok yang digarap, khususnya yang dilaksanakan secara eksperimental. Karya semacam ini menyimpang dari kelaziman yang telah mentradisi.
  
Tujuannya adalah mencapai keabsolutan seni.menciptakan tingkat penciptaan yang setinggi - tingginya. Semboyan jelas: '' seni untuk seni. Mereka tidak peduli apakah karya semacam itu dapat dipahami oleh lingkungannya atau tidak. Mereka menciptakan demi kemajuan bangsanya.Inilah sebabnya sering muncul tuduhan bahwa avant garde hanya berkarya untuk para kritikus seni yang berwibawa saja. Karakteristik sastra kontemporer atau avant garde ini berfokus kepada seni yang telah mentradisi. Karakteristik avant garde ini diciptakan oleh para seniman tidak dengan'' eksperiment'' tidak dengan coba - coba, tidak dengan lempar dadu '. Para seniman pencipta karya sastra kontemporer ini ini bekerja melalui proses penciptaan yang panjang. Melalui pencarian yang panjang dan bertanggung jawab.

Artikel Sastra #3

Profil Kecil dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah merupakan Unit Pelaksana Teknis Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional dengan wilayah kerja melingkupi seluruh Provinsi Jawa Tengah. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah berkedudukan di Kotamadya Semarang, lebih tepatnya di Jalan Elang Raya, Mangunharjo, Tembalang, Semarang. Sebagai instansi pemerintah pusat yang berkedudukan di Daerah Tingkat I Jawa Tengah, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah senantiasa menjalin hubungan dengan berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta.

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah senantiasa membuka dan mengulurkan tangan kepada perseorangan, kelompok, atau lembaga yang ingin menjalin kerja sama berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi balai. Hal ini diwujudkan, antara lain dengan seringnya Balai Bahasa menjadi tempat pelaksanaan studi banding, praktik kerja lapangan (PKL), seminar, dan lokakarya.

Selain itu, Balai Bahasa juga memberikan fasilitas tenaga penyuluh, pembimbing, atau narasumber serta melakukan penelitian kebahasaan dan kesastraan. Balai Bahasa juga mewadahi hasil jurnal ilmiah atau penelitian kebahasaan dan kesastraan dalam bentuk antologi dan jurnal ilmiah yang disebarluaskan kepada masyarakat.

Artikel Sastra #2

PUISI
Diponegoro
Karya: Chairil Anwar

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
Februari 1943

Artikel Sastra #1

Riwayat Chairil Anwar  

Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Juli 1922. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua orangtuanya bercerai, dan ayahnya menikah lagi. Setelah perceraian itu, saat sehabis SMA, chairil mengikuti ibunya ke Jakarta. Saat kecil di Medan, Chairil sangat dekat dengan neneknya. Keakraban ini begitu mempengaruhi hidup Chairil. 

Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia.Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih: Bukan kematian benar yang menusuk kalbu / Keridlaanmu menerima segala tiba / Tak kutahu setinggi itu atas debu / Dan duka maha tuan bertahta Sesudah nenek, ibu adalah wanita kedua yang paling Chairil puja. Dia bahkan terbiasa membilang nama ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu.Dan di depan ibunya, Chairil acapkali kehilangan sisinya yang liar. Beberapa puisi Chairil juga menunjukkan kecintaannya pada ibunya. Sejak kecil, semangat Chairil terkenal kedegilannya. Seorang teman dekatnya Sjamsul Ridwan, pernah membuat suatu tulisan tentang kehidupan Chairil Anwar ketika saat kecil. Menurut dia, salah satu sifat Chairil Anwar pada masa kanak-kanaknya ialah pantang dikalahkan, baik pantang kalah dalam suatu persaingan, maupun dalam mendaptkan keinginan hatinya. Keinginan dan hasrat untuk mendapatkan itulah yang menyebabkan jiwanya selalu meluap-luap, menyala-nyala, bisa dikatakan tidak pernah diam. rekannya, Jassin pun punya kenangan tentang ini. "Kami pernah bermain bulu tangkis bersama, dan dia kalah. Tapi dia tak mengakui kekalahannya, dan mengajak bertanding terus. Akhirnya saya kalah. Semua itu karena kami bertanding di depan para gadis".

Finally

Akhirnya, tepat pada hari ini Minggu 20 Mei 2012 Blog baru saya telah selesai. dengan pusing tujuh keliling. tapi akhirnya selesai, ini demi tugas Mata Kuliah TI. cogratulation for me!:):D